that what you think!!!

kalau dia berpikir, dia sudah berkorban banyak…

kembali aku bertanya, “apa yang dia korbankan?”

kamu dan kebodohan pikiran kamu…

tong kosong nyaring bunyinya…

terserah kamu, sampai kapan sih kamu akan bergantung seperti ini?

memangnya sandaran itu akan kuat seumur hidup?

mungkin tidak sampai 10 tahun lagi..

yah, silakan menikmati..

Diam Tanpa Kata (oleh: D’Masiv)

Kau Diam Tanpa Kata
Kau Seolah Jenuh Padaku
Ku Ingin Kau Bicara
Katakan Saja Apa Salahku

Sungguh Aku Tak Mengerti
Apa Yang Telah Terjadi Dan
Ku Tak Ingin Kau Pergi Jauh Dari Hidupku

Reff :
Kau Takkan Pernah Sadari
Betapaku Mencintaimu
Kau Yang Selalu Aku Banggakan

Ku Ingin Kau Bicara
Katakan Saja Apa Maumu
Lihat Aku Coba Kau Mengerti

Ini Semua Bisa Teratasi
Resapilah Semua Yang Pernah Kita Lakukan

Kau Takkan Pernah Sadari
Betapaku Mencintaimu
Kau Yang Selalu Aku Banggakan

Kau Takkan Pernah Mengerti
Betapaku Menyayangimu
Kau Yang Selalu Aku Inginkan

Kau Yang Kuinginkan…
Kau Yang Kubutuhkan…
Kau Yang Kuharapkan…

untungnya, sama kamu, aku ga perlu berusaha untuk mengerti kamu….

kamu tidak pernah diam tanpa kata….

fun quizzes and blog meme

Lets101 - Online Dating

maksudnya apa???

+628×8x602xx:

Asswrwb. Hi Nuha, apa kbr?

I say:

Baik2, liburannya dah mau beres lg, back to reality again I geuss.. Btw, ga ada namanya di hp, aku ga tau ini no punya siapa..

+628×8x602xx:

Axxp Txxxxk. Mesin 99. Masih inget ngga? Emang lg liburan di mana? Asyik nih kayanya ;-)

I say:

Inget inget lupa sih. eh aku skrg juga anak mesin lho, angkatan 2008. I was just slept, all day.. Hehe

+628×8x602xx:

Itu anak mesin yg suka bareng ama XXX. Apa kbr ya dia? Mesin angkatan 2008? Serius lu? Di mana? ITB? Nuha tinggal di mana skr? “Sorry” udah nikah blm?

I say:

Wow that’s a lot of questions to ask..

+628×8x602xx:

Sorry. Lo lg di mana? Gimana klo aku telp aja? Ada no rmh or no flexi yg bisa aku hubungi?

I say:

Hahaha.. serius bgt, Pak.. Lg dikejar deadline?

+628×8x602xx:

Deadline apaan? Ngga. ya udah, salam buat Irul ya. Di mana dia skr?

I say:

Kaya wartawan dikejar deadline.. Irul di Duri..

miss u…

hanya mendengar suara kamu saja, sudah bisa membuat aku berubah…
hanya mendengar suara kamu saja…
aku bisa merasakan bahwa kamu, jauh disana juga merasakan hal yang sama…
merasakan getaran hati ini, gelisah jiwa ini yang hanya untukmu…
dengan mendengar suara kamu, aku dapat merasakan kecupan manismu ketika membangunkan aku saat aku terlelap…
miss u…

MARAH BESAR

well…
Sekali lagi berada dalam keadaan yang sulit…
Gw tidak pernah merasa ada masalah dengan pihak yang merasa gw bermasalah dengan mereka. Hanya karena gw tidak memenuhi apa yang mereka inginkan, lalu gw diangap membangkang dan bermasalah. Gw tidak lagi bertanggung jawab sama mereka, karena secara "legal formal" mereka sudah tidak ada hak lagi untuk interfensi terhadap gw. Sehingga mereka pun sudah tidak ada hak untuk melakukan instruksi pada gw. Jalur yang mungkin mereka kasih ke gw adalah jalur koordinasi, dan itu harus dilakukan oleh orang-orang yang sudah menyadari posisinya, kewajiban dan tanggung jawabnya, baru kemudian menuntut apa yang menjadi haknya. Gw bakal bisa berkoordinasi dengan mereka, dengan syarat, mereka tahu mereka siapa, mereka tahu gw siapa, mereka tahu hak dan kewajiban mereka, sekaligus mereka juga harus tahu hak dan kewajiban gw.
Dulu, pertama kali gw bekerja sama dengan mereka, gw bertanya, "Pak, jobdesc saya apa?" Lalu pihak yang akan bekerja sama dengan gw bilang, "Waduh, saya juga masih belum jelas jobdesc-nya apa, nanti aja kita rumusin sama-sama"
Mengingat status gw masih kontrak, dan memang gw belum ada kesibukan yang menyita waktu, dan memang gw juga ditempatkan disana, maka gw bekerja dengan semangat tinggi, mengerjakan apa yang menurut gw harus dilakukan sesuai dengan yang pernah gw dapat waktu gw kuliah dulu. Pihak yang mempekerjakan gw, tidak bisa mengeluh tentang apa yang gw kerjain, mereka tidak memberitahukan kepada gw apa yang mesti gw kerjain, kalau dengan begitu saja gw sudah bekerja dengan hasil yang cukup baik, harusnya mereka bersyukur dong.
Nah, setelah ketidakjelasan penempatan gw selama kurang lebih 3 bulan, akhirnya pihak yang mempunyai kewenangan, menempatkan gw di salah satu tempat yang menurut gw memang layak untuk menjadi home base gw. Terhitung 1 Maret 2007, gw pun punya home base. Tempat baru ini, memberikan kenyamanan bagi gw, baik dari segi fisik maupun psikis. Pokoknya gw sangat kerasan ada di tempat ini.
Karena itu juga, penempatan gw di home base, gw hampir jarang mengunjungi tempat yang dulu gw dipekerjakan. Gw lebih sering ada di home base, dibandingkan bekerja sama dengan mereka, meskipun sebenarnya gw itu bukan bekerja sama, tapi gw bekerja paksa. Sebagai pihak yang mempekerjakan gw awalnya, harusnya mereka memahami hak dan kewajiban gw. Jangan maunya hanya meminta kewajiban gw. Gw sudah melaksanakan kewajiban gw, masa gw tidak diberi hak gw. Dengan alasan apapun, gw berhak atas apa yang harusnya menjadi hak gw, karena jauh sebelum gw menuntut hak, gw sudah melaksanakan semua kewajiban gw, JAUUH sebelum gw menuntut hak gw. Meskipun gw sudah menuntut hak gw, toh, hak gw itu tidak pernah sampai pada gw. Karena pihak yang mempekerjakan gw itu mengaku beragama sama dengan gw, maka gw ingatkan bahwa ada sebuah hadits Rosul yang isinya kira-kira seperti ini:"Bayarlah upah buruhmu sebelum keringatnya mengering" Apa yang gw dapet dari mereka? Setelah kewajiban gw ditunaikan dengan baik, dan gw melaksanakan keputusan dari pihak yang berkewenangan, mereka mulai kebakaran jenggot dan mulai bingung dengan gw. Ketidakhadiran gw di dalam pekerjaan mereka, membuat mereka, saat ini mencari-cari alasan yang sangat tidak logis untuk mendepak gw. Padahal ya, gw tidak pernah merasa memiliki pekerjaan itu. Gw hanya menikmati saat-saat gw berinterkasi dengan manusia-manusia yang masih memiliki hati nurani di dalamnya (dengan mengesampingkan atasan mereka yang gw ga bisa ngerti pola pikirnya). Jika menurut mereka, gw tidak kompeten lagi, gw ga ada masalah dan memang gw tidak pernah ada masalah sama mereka. Sampai sekarang pun, gw masih berinteraksi dengan manusia-manusia yang masih punya hati itu meskipun interaksi gw dianggap tidak ada nilainya di mata mereka.
Mereka memperlakukan gw seolah-olah gw itu propeti yang bisa disimpan dimana saja,  harus ada di tempat yang mereka anggap sebagai tempat propeti, dan mereka bisa memperlakukan gw seenaknya…
GW MAKHLUK HIDUP, GW PUNYA HATI..
HATI GW BELUM MATI SEPERTI MEREKA…

menang dan kalah

jadi inget waktu jaman baru masuk kampus, dan dikasih "winner vs looser"..
sebenernya apa sih kalah itu? apa sih menang itu?
kapan sih kita dikatakan kalah? kapan sih kita dianggap menang?
pertanyaan berikutnya yang timbul, memang kita menang dari siapa, memang kita dikalahkan oleh siapa?
apakah orang menang adalah orang yang berhasil menjadi juara pertama dalam perlombaan lari? sebenernya dia itu lari melawan siapa? apakah setelah dia menjadi juara pertama dalam lomba lari, dia merasa sebagai pemenang? apakah dengan mengetahui bahwa dia merupakan pelari tercepat, membuatnya menjadi pemenang?
terlalu banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran hanya untuk merumuskan tentang menang dan kalah..
masih tentang pelari, seandainya pun pelari itu bukan merupakan pelari tercepat dalam perlombaan itu apakah dia dikatakan kalah? apakah jika dia mengakui bahwa memang ada orang yang berlari lebih cepat dari dia, maka dengan begitu saja dia menjadi kalah?
bukankah justru pelari yang bukan merupakan pelari tercepat dalam lomba itu, yang berani mengakui bahwa memang dia bukan yang paling cepat, kemudian mengucapkan selamat pada pelari tercepat adalah pemenang juga, karena dia telah mengalahkan dirinya sendiri (egonya) untuk mengakui bahwa memang ada yang lebih baik dari dia..

jadi, tidak pernah ada yang namanya kalah..
kekalahan adalah ketidakmampuan menerima beban yang memang diberikan padanya, padahal beban yang diberikan itu adalah sesuai dengan kemampuannya..
semua orang yang berjuang dalam hidupnya adalah pemenang, karena mereka sudah memilih untuk melawan ketakutan mereka sendiri akan banyak hal..
sehingga, ketika mulai berputus asa akan sesuatu yang belum pernah diarungi, mungkin itu yang disebut dengan kekalahan..
setiap orang melakukan perlombaan dalam hidupnya, hanya dia sendiri yang menentukan, apakah dia yang menjadi pemenang atau  justru dia yang akan kalah..
karena kemenangan adalah penghormatan kita atas diri kita pribadi mengenai semua usaha yang kita lakukan..

sebenernya ga tau mau nulis apa..

Ruang Rindu

Letto

Di daun yang ikut mengalir lembut terbawa sungai ke ujung mata

Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada

Jalanku hampa dan ku sentuh dia, terasa hangat di dalam hati

Kupegang erat dan kuhalangi waktu, tak urung jua ku lihatnya pergi

Tak pernah kuragu dan selalu kuingat kerlingan matamu dan sentuhan hangat

Ku saat itu takut mencari makna, tumbuhkan rasa yang sesakkan dada

(*) Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya

     Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu

miss u…

TUJUH SUMPAH (NEW ETA)

ada yang hilang jiwaku tak tenang

semakin dalam tubuhku tenggelam

oh, hujan badai temani aku pulang

dinginnnya malam tak mampu ku bertahan

kini kau datang berikan aku ruang

walau kau lelah tapi nafasku panjang

akankah s’lalu kau tetap menemani

sinari aku bagai cahya mentari

aku berjanji jika saatnya nanti

kau ku beri arti hingga diriku mati

yang hilang biarlah hilang

yang pergi biarlah pergi

tetap kau disini temani aku malam ini

kini dimana harus ku cari lagi

saat kau pergi tinggal aku sendiri

lelah ku cari tak juga kutemui

saat kau hilang tujuh sumpah kumaki

aku berjanji jika nanti kau pergi

akan selalu kudoakan kau mati

yang hilang biarlah hilang

yang pergi biarlah pergi

aku yang slama ini berharap kau untuk coba mengerti

untuk apa ku disini terjerat gelap malam ini

dan aku yang slama ini berharap kau untuk cepat kembali

temani aku tuk pulang dimana aku tenggelam.. hilang

yang hilang biarlah hilang

yang pergi biarlah pergi

tetap kau disini temani aku malam ini

yang hilang biarlah hilang

yang pergi biarlah pergi

tetap kau disini tetap kau disini

temani aku warnai hari

nice song, nice lyrics..

denger pertama kali dari kk, trus dapet lagunya dari abang..

itu kan hak gw

gw kan sudah melaksanakan kewajiban gw..

trus kenapa gw belum juga dikasih hak gw..

bulan 10 gw dijanjiin nanti dibarengin ama bulan 11..

eh, begitu bulan 11 dateng, dengan berbagai macam alasan yang entah memang betul atau bagaimana, kembali gw dijanjiin bulan 12 aja disekaliin..

kalian kira gw ga butuh apa?

makanya gw kerjain juga karena gw butuh..

kalo gw ga butuh, ngapain gw susah-susah..

kalo emang itu bukan hak gw, gw ga akan minta dan ga akan maksa..

lagi pula, kewajibannya udah gw lakuin..

apa salah kalo gw nanyain hak gw..

heran deh, ga profesional banget…

bikin emosi aja…

Next Page »