March, 2007

menang dan kalah

jadi inget waktu jaman baru masuk kampus, dan dikasih "winner vs looser"..
sebenernya apa sih kalah itu? apa sih menang itu?
kapan sih kita dikatakan kalah? kapan sih kita dianggap menang?
pertanyaan berikutnya yang timbul, memang kita menang dari siapa, memang kita dikalahkan oleh siapa?
apakah orang menang adalah orang yang berhasil menjadi juara pertama dalam perlombaan lari? sebenernya dia itu lari melawan siapa? apakah setelah dia menjadi juara pertama dalam lomba lari, dia merasa sebagai pemenang? apakah dengan mengetahui bahwa dia merupakan pelari tercepat, membuatnya menjadi pemenang?
terlalu banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran hanya untuk merumuskan tentang menang dan kalah..
masih tentang pelari, seandainya pun pelari itu bukan merupakan pelari tercepat dalam perlombaan itu apakah dia dikatakan kalah? apakah jika dia mengakui bahwa memang ada orang yang berlari lebih cepat dari dia, maka dengan begitu saja dia menjadi kalah?
bukankah justru pelari yang bukan merupakan pelari tercepat dalam lomba itu, yang berani mengakui bahwa memang dia bukan yang paling cepat, kemudian mengucapkan selamat pada pelari tercepat adalah pemenang juga, karena dia telah mengalahkan dirinya sendiri (egonya) untuk mengakui bahwa memang ada yang lebih baik dari dia..

jadi, tidak pernah ada yang namanya kalah..
kekalahan adalah ketidakmampuan menerima beban yang memang diberikan padanya, padahal beban yang diberikan itu adalah sesuai dengan kemampuannya..
semua orang yang berjuang dalam hidupnya adalah pemenang, karena mereka sudah memilih untuk melawan ketakutan mereka sendiri akan banyak hal..
sehingga, ketika mulai berputus asa akan sesuatu yang belum pernah diarungi, mungkin itu yang disebut dengan kekalahan..
setiap orang melakukan perlombaan dalam hidupnya, hanya dia sendiri yang menentukan, apakah dia yang menjadi pemenang atau  justru dia yang akan kalah..
karena kemenangan adalah penghormatan kita atas diri kita pribadi mengenai semua usaha yang kita lakukan..

sebenernya ga tau mau nulis apa..

Ruang Rindu

Letto

Di daun yang ikut mengalir lembut terbawa sungai ke ujung mata

Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada

Jalanku hampa dan ku sentuh dia, terasa hangat di dalam hati

Kupegang erat dan kuhalangi waktu, tak urung jua ku lihatnya pergi

Tak pernah kuragu dan selalu kuingat kerlingan matamu dan sentuhan hangat

Ku saat itu takut mencari makna, tumbuhkan rasa yang sesakkan dada

(*) Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya

     Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu

miss u…